Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian I'rab Lafdhi dan I'rab Taqdiri


I'rab adalah perobahan yang terjadi pada akhir kalimat disebabkan oleh sebuah amil yang berada dibelakangnya, contohnya: جاء زيد (datanglah si zaid) kalimat زيد berbaris dhummah karena dimasuki amil yaitu جاء yang merupakan fi'il madhi.

I'rab itu sendiri terbagi kedalam beberapa bagian, salah satunya adalah i'rab lafdhi dan i'rab taqdiri.

1. Pengertian I'rab Lafdhi:

الاعراب التقديرى: اثر ظاهر فى اخر الكلمة يجلبه العامل وهو يكون فى الكلة المعربة غير المعتلة الاخر مثل يكرم الاتاذ المجتهد

I'rab lafdhi adalah: Bekasan yang nampak pada akhir kalimat yang  disebabkan oleh sebuah amil, i'rab lafdhi ini hanya terdapat pada kalimat yang mu'rab, tidak terdapat pada kalimat yang mu'tal akhir (kalimar yang ada huruf 'ilat), contohnya:

يكرم الاتاذ المجتهد

"Seorang ustadz memuliakan murid yang bersunguh sungguh"

2. Pengertian I'rab Taqdiri:

 الاعراب التقدرى اثر غير ظاهر على اخر الكلمة يجلبه العامل فتكون الحركة مقدرة لانها غير ملحوضة
I'rab Taqdiri adalah bekasan yan tidak nampak pada akhir kalimat, yang disebabkan oleh sebuah amil, maka akhir kalimat ditakdirkan, karena tidak bisa disaksikan.

وهو يكون فى الكلمة المعربة المعتلة الاخر بالالف او الواو او الياء وفى المصاف الى ياء المتكلم وفى المحكى ان لم يكن جملة وفما يسمى به من الكلمة المبنية او الجمل

I'rab taqdiri terletak pada kalimat yang mu'rab lagi mu'tal akhir dengan alif, waw atau ya, juga terletak pada kalimar yang di idhafahkan kepada ya mutakallim, pada kalimat yang di hikayahkan, jika bukan berbentuk jumlah, dan pada kalimat yang di bina arau jumlah.

Sumber:
- Kitab Jami'ud Durus, Juzu' 1 halaman 22-23

Post a Comment for "Pengertian I'rab Lafdhi dan I'rab Taqdiri"